Dressed E Minor

Posted by localindie | punk | Saturday 30 August 2008 2:14 pm

Dressed E Minor

Awal mula nongolnya Dressed E Minor di dunia ini berawal dari sekumpulan anak muda Singosari, Malang yang menyukai grunge dan sering nongkrong bareng. Entah karena keseringan nongkrong bareng dan merasa garing, akhirnya mereka berkumpul dan mulai berkarya. Karena nama begitu berarti untuk menunjukkan eksistensi mereka, maka terjadilah kesepakatan nama band, Flu Tulang. Dan nuansa grunge begitu mendominasi di Flu Tulang yang dideklarasikan pada tahun 2002 dengan formasi Dian (drum), Enoz (gitar), Tetenk(gitar), Ribut (bass), Eris (vox).

Acara2 grunge maupun gigs campuran mulai rutin mereka sambangi untuk bernarsis ria dan menambah jam terbang. Seiring dengan jaman yang berkembang, bergulir dan berputar, dengan kesepakatan bulat di antara mereka berlima, pada tahun 2004 Flu Tulang bermetamorfosis menjadi Dressed E Minor. Formasi Dressed E Minor sekarang Dian (drum), Enoz (gitar), Tetenk(gitar), Pram (bass), Eris (vox). Sebenarnya, untuk beberapa personilnya, Dressed E Minor bukanlah band pertama yang “disinggahi”. (more…)

Sylvia Band

Posted by localindie | Metal | Saturday 2 August 2008 2:24 am

sylvia

Satu lagi band baru di dunia indie pulau lombok mereka adalah SYLVIA. Sisi manis musik metal,kira-kira itulah yang berusaha ditawarkan oleh trio yang dibentuk oleh NIKO P PANUNGGAL. Salah satu dari kelebihan ini SYLVIA adalah dari segi formasi band,bisa dibilang SYLVIA adalah band baru tapi tidak untuk para personil mereka. Niko panunggal (vokal/gitar ex Vokalis ICU), Ikhsan Kamil (bass ex band Nu Metal MAXI), Budi Suhariono (drum ex band Nu Metal STORING) adalah nama-nama yang udah cukup lama malang melintang di dunia indie label lombok.

Pada tahun 2007 lalu kesibukan profesi sehari-hari memaksa ketiga orang ini untuk sejenak beraktifitas dari dunia musikal mereka. Tapi kejenuhan akhirnya membawa mereka kembali ke jalur musik cadas. Musik SYLVIA merupakan hasil penabrakan dari unsur-unsur yang bertolak belakang. Tanpa keraguan mereka mengaduk-ngaduk nuansa pop dengan beat dan riff-riff modern yang justru dikemas dengan sound bass retro dan gitar seven string yang secara unik dibalut overdrive rock 90an. (more…)