Tips Buat Band Indie

Posted by localindie | Artikel | Saturday 5 April 2008 2:43 pm

indie

“Keberuntungan tidak akan pernah datang tanpa ada usaha”. Well, mungkin jargon itu yang harus di camkan oleh band-band indie saat ini, mengingat begitu banyak band indie lahir, dan sadar - tidak sadar lahir juga kompetisi. Lalu kenapa “keberuntungan?”, yup, mungkin akan terdengar sepele, tapi itulah yang terjadi di blantika musik saat ini. Banyaknya band bagus yang lahir dengan beragam aliran yang ditawarkan, tapi disisi lain banyak juga band bagus yang tidak beruntung. “Bagus” disini mungkin relatif, tapi untuk jaman sekarang yang kaya akan referensi, dan fasilitas yang mempermudah untuk mengaksesnya, membuat telinga banyak orang semakin kritis. So, saya yakin banyak orang yang sudah “baligh” untuk memilih band-band dengan karya yang bagus dan bermutu. Lalu bagaimana dengan ‘band bagus yang tidak berutung?’, tentunya hal itu akan sangat disayangkan. Dimana sebuah karya bagus dan seharusnya di dengar banyak orang, menjadi hal yang berlalu dan biasa-biasa saja. Lalu, bagaimana cara mengundang keberuntungan dan kesuksesan bagi band kita? Apalagi sih yang harus kita review ketika membuat sebuah band? Here’s the tips for you… VISI DAN MISI (more…)

Punk Community

Posted by localindie | Artikel | Saturday 5 April 2008 2:29 pm

Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komunitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.

Berikut adalah beberapa jenis dari komunitas punk,masalah bener apa enggaknya saia minta kritik dan saran dari teman-teman pembaca VIVA LA PUNK (more…)

Musik Indie, Diam-Diam Jadi Pendobrak Kemapanan

Posted by localindie | Artikel | Thursday 3 April 2008 10:13 pm

Dalam industri musik, indie label bukan cerita baru. Setidaknya bagi Amerika. Kita bisa menelusurinya ke paro pertama 1920-an saat industri rekaman didominasi Columbia, Edison, Victor, atau ARC. Kala itu, perusahaan-perusahaan kecil muncul menyeimbangkan keadaan. Paramount, Okeh, Vocalion dan Black Patti, adalah beberapa di antaranya.

Sekalipun begitu, perlawanan indie label tak urung membuat banyak raksasa terluka, bahkan sebagian di antaranya tak sanggup lagi bertarung. Edison, misalnya, meninggalkan gelanggang dan berkonsentrasi pada radio. Belum lagi Columbia yang diambil CBS, atau Victor yang dikuasai raksasa baru RCA.  Untuk dua dasawarsa ke depan, terjadi transfer situasi yang menyisakan peluang bagi siapa pun untuk bermain. Baru pada paro kedua tahun 1940-an, peluang itu kembali menciut seiring kembalinya dominasi para raksasa.  Sdikitnya ada enam raksasa yang saat itu memainkan perannya secara signifikan. Mereka adalah Columbia, Victor, Decca, Capitol, MGM dan Mercury.

Di Indonesia, trend “pemberontakan” itu  sebenarnya cukup lama digaungkan.  “Di Indonesia. Trend indie dibuka oleh PAS Band,” kata David Tandayu dari KripikPeudeus (KP) yang ditemui RILEKS.com di salah satu resto kecil di Jakarta.   Sejenak kembali ke belakang, PAS Band PAS tahun 1993 menorehkan sejarah  sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel “Four Through The S.A.P” ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind  yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya. (more…)

Ak47

Posted by localindie | Metal | Wednesday 2 April 2008 1:06 am

ak47

Sebuah band sederhana dari kota Semarang yang terbentuk pada tahun 1999 yang tumbuh di scene hardcore punk, yang pada saat itu crust/grind adalah musik yang diusung. Namun dalam progress ke depan, dengan materi materi baru yang dirilis pada tahun 2006 ini terpengaruh dengan swedish grind dan newyork hardcore dan mendeskripsikan komposisinya pada hardcore/grind. Pada line-up, diawali oleh Kesit yang sebelumnya telah menyukai grindcore/punk yang pada saat itu masih sulit untuk mencari personil yang sejalan, karena pada saat itu juga Kesit masih aktif di Reject, sebuah band hardcore yang mengawali perjalanan scene hardcore punk di Semarang. Dalam prosesnya hanya dengan Garna yang sejalan sehingga sempat berdua dalam aktivitasnya. Pergantian line-up memproses band ini untuk menemukan pola pikir yang sejalan maupun dalam format musiknya. Pada proses tersebut akhirnya sempat vakum 1 tahun pada tahun 2000.
Pada tahun 2001 bertemu dengan Garna yang kembali ke Semarang yang sebelumnya di The Protesters, sebuah band crust/grind dari Depok. Setelah itu mencari bassis yang diperkuat oleh Wawan yang sebelumnya dari band Grindcore dari Malang, System Error. Lalu kembali untuk eksis dengan formasi Kesit .. Vokal, Gitar, Garna pada Drum, Wawan pada Bass. Namun karena kesibukan kerja, Wawan keluar pada tahun 2003. Beberapa teman kami telah ikut berpartisipasi diantaranya Celeng (Life Of Anything Else, Eric (G-Squad, Ejakulator), Bangkit (Scaremonger), Ponco (Rain Will Fall). Kini personil yang tersolid Kesit [Vokal, gitar] Garna [Drum] dan Baskoro (Suck Eat Fruit) [bass]. (more…)

« Previous Page